JAKARTA - Peristiwa kosmik yang terakhir terlihat 36 tahun lalu yang disebut dengan "super blood blue moon" akan sekilas terlihat pada 31 Januari nanti di bagian barat Amerika Utara, Asia, Timur Tengah, Rusia dan Australia.
Peristiwa ini menciptakan kehebohan karena merupakan gabungan tiga peristiwa luar angkasa yang tidak biasa, yakni supermoon ekstra besar, bulan biru dan gerhana bulan total.
"Ini trifekta astronomis," kata Kelly Beatty, editor senior pada majalah Sky and Telescope seperti dikutip AFP.
Bulan biru menunjuk bulan purnama kedua dalam satu bulan. Biasanya bulan biru terjadi setiap dua tahun delapan bulan.
Bulan purnama ini juga yang ketiga dalam rangkaian "supermoon" yang terjadi manakala bulan dalam posisi paling dekat ke Bumi dalam orbitnya.