Baca juga: Fosil Dinosaurus Pertama Kali Ditemukan pada 1677, Seperti Apa?
Harper menyatakan, para peneliti berutang banyak pada upaya Dr.Eamon Doyle yang dengan cermat menyisir pegunungan yang jauh untuk mencari fosil, selama studi PhD-nya di University College Galway (sekarang NUI Galway). Ia melanjutkan, hal tersebut juga mendorong dilakukannya penelitian ulang di banyak daerah yang kurang terkenal dari periode waktu Silurian.
“Daerah terpencil di bagian barat Irlandia seharusnya lebih terkenal lagi!,” kata Harper, dikutip dari International Business Times, Senin (22/1/2018).
Sementara itu, fosil tersebut akan dipajang di Museum Nasional Irlandia. Temuan dari penelitian baru itu telah dipublikasikan di Irish Journal of Earth Sciences.
(Ahmad Luthfi)