"Kami telah lama memiliki kebijakan melawan konten berbahaya dan membahayakan," kata juru bicara YouTube dikutip dari Telegraph, Selasa (10/10/2017).
"Setelah tragedi baru-baru ini di Las Vegas, kami telah melihat lebih dekat pada video yang menunjukkan bagaimana cara mengubah senjata api agar tembakannya lebih cepat dan kami telah memperluas kebijakan kami yang ada untuk melarang video ini," lanjutnya.
Baca juga: YouTube Bakal Hentikan Layanan Saluran Berbayar, Alasannya?
Sebelumnya YouTube telah melarang materi yang dapat mendorong atau menghasut pada tindakan kekerasan. Ini sebagai sorotan ketat bagaimana mereka memfasilitasi dan menjadi sarang perilaku konten kekerasan dan ekstremis.
(Kemas Irawan Nurrachman)