SYDNEY - Ajang balapan mobil bertenaga surya paling bergengsi World Solar Challenge dimulai pada Minggu 8 Oktober 2017 di Australia. Tahun ini World Solar Challenge menempuh jarak 3.000 kilometer melintasi padang pasar Negeri Kanguru itu.
Start dimulai di wilayah utara Australia yakni Darwin dan akan finis di wilayah selatan, Adelaide. Durasi perjalanan memakan waktu sepekan. Setiap mobil diperkirakan akan menempuh perjalanan dengan kecepatan antara 90-100 kilometer per jam yang digerakkan sepenuhnya oleh tenaga surya.
(Baca Juga: 40 Mobil Surya Balapan Sejauh 3.000 Km)
Direktur balap Chris Selwood mengatakan, tahun ini ada 40 negara yang berpartisipasi dengan total kendaraan mencapai 42 unit, bertambah dibandingkan World Solar Challenge pada 2015. Peserta di antaranya berasal dari Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Cile, Belanda, Inggris, Malaysia, Belgia, Swedia, Iran, Korea Selatan, India, Hong Kong, Afrika Selatan, Polandia, Thailand, Turki, Kanada, dan tuan rumah Australia.
"Ini merupakan ulang tahun ke-30 Bridgestone World Solar Challenge dan banyak peserta yang ingin ambil bagian di acara ini," ujarnya, seperti dikutip dari Reuters, Senin (9/10/2017).
Tahun ini ada aturan baru terkait ukuran panel surya yang digunakan. Tapi panitia tetap memberikan kebebasan kepada peserta dalam menentukan dimensi keseluruhan kendaraan.
Tim dari Belgia berkesempatan untuk start pertama setelah berhasil meraih catatan waktu terbaik saat sesi uji coba yakni 2 menit 3 detik untuk jarak 2,97 kilometer. Kecepatan rata-ratanya 83,4 km/jam.
Namun pemegang gelar juara dunia World Solar Challenge tahun 2015 yakni dari Universitas Teknologi Delfy, Belanda, tidak akan tinggal diam. Mobil suryanya disiapkan untuk merebut kembali gelar tersebut.
(Baca Juga: Balapan Sejauh 3.000 Km, Mobil Surya dari Belanda Juara)
"Semua mobil yang digunakan (tahun ini) sangat berbeda. Tapi yang kami tahu adalah kami punya mobil yang bagus. Dalam uji coba beberapa hari terakhir ini semuanya berjalan sempurna dan kami akan lakukan apa pun agar bisa menang," kata tur manager Universitas Teknologi Delfy, Sarah Benninkbolt.
Hingga tahun lalu, rekor tercepat ajang World Solar Challenge masih dipegang oleh tim Universitas Tokai, Jepang. Pada 2009 mobil surya kampus teknologi itu berhasil finis dalam waktu hanya 29 jam 49 menit.
(Dian AF)