JAKARTA – Air hujan yang turun dari langit kerap ditimbun oleh masyarakat di Indonesia. Pasalnya air ini dianggap bersih dan tak terkontaminasi. Rupanya aktivitas masyarakat tersebut juga telah dijelaskan dalam Alquran dan sains.
Dalam prosesnya, air hujan sama dengan air yang diolah di laboratorium. Proses penguapan air di alam dan kondensasi uap menjadi hujan pada dasarnya adalah proses pemurnian air, seperti halnya proses destilasi air di laboratorium. Uap adalah molekul-molekul air yang berubah menjadi gas.
Dalam buku ‘Tafsir Ilmi dengan tema Air dalam perspektif Alquran dan Sains’ menjelaskan, ketika menguap, molekul air terbang meninggalkan bahan-bahan terlarutnya.
Meskipun di antara bahan terlarut tersebut terdapat gas (misalnya Co2, Nox, atau metan) atau zat yang juga dapat berubah fasa menjadi gas (misalnya khlor), penguapan akan memisahkan air dari pengotornya. Oleh karena itu, air hujan pada dasarnya adalah air yang murni.
"Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih," bunyi Surah Al-Furqan Ayat 48.