AMSTERDAM – Belum lama ini Facebook dikabarkan mengembangkan fitur yang dapat memonetisasi WhatsApp atau yang disebut WhatsApp for Business. Meski peluncurannya tak diungkap secara rinci, rupanya salah satu perusahaan maskapai penerbangan telah menggunakan fitur tersebut.
KLM Royal Dutch Airlines (KLM) mengumumkan bahwa perusahaannya telah memanfaatkan fitur WhatsApp Business. Ini sekaligus menjadikan KLM sebagai maskapai pertama di dunia yang menggunakan fitur tersebut.
Perusahaan mengeluarkan sebuah pernyataan bahwa mereka melakukan uji coba layanan baru pada WhatsApp yang akan menawarkan konfirmasi pemesanan pelanggan, pemberitahuan check-in, boarding pass, update status penerbangan serta kemampuan menjawab pertanyaan dalam 10 bahasa yang berbeda.
Berdasarkan pernyataan tersebut, fitur WhatsApp tersebut akan membatu KLM dan bisnis lain untuk terhubung dengan pelanggan mereka dengan cara yang lebih akrab dan cepat.
Pelanggan KLM dapat mengakses informasi melalui akun bisnis WhatsApp yang terverifikasi, yang juga dapat digunakan untuk menghubungi agen layanan media sosial KLM yang beranggotakan 250 orang.
Tak perlu khawatir atas keamanan data pengguna karena KLM menekankan bahwa semua pesan aman, hanya bisa dibaca oleh pelanggan dan perusahaan, tanpa keterlibatan pihak lain termasuk WhatsApp.
“Saya sangat bangga bahwa KLM adalah maskapai penerbangan pertama di dunia dengan akun WhatsApp terverifikasi. Ini benar-benar langkah besar berikutnya dalam strategi media sosial kita,” kata Presiden dan CEO KLM Pieter Elbers.
KLM sendiri dikenal sebagai pengadopsi media sosial bagi pelanggannya. KLM telah memanfaatkan berbagai platform media sosial dan aplikasi pesan instan seperi Facebook Messenger, Twitter dan WeChat. Demikian seperti dilansir Warc, Selasa (19/9/2017).
WhatsApp sendiri hingga saat ini tak memberlakukan pembayaran apapun untuk penggunaan aplikasinya. Aplikasi ini juga tak pernah menampilkan iklan untuk menjaga kenyamanan pengguna.
Hal ini sesuai dengan keyakinan dari sang penggagas WhatsApp – Jan Koum, yang menyatakan bahwa "Tidak ada yang bangun dengan gembira melihat banyak iklan, tidak ada yang mau tidur memikirkan iklan yang akan mereka lihat besok. Kami tahu orang-orang tertidur dengan gembira tentang siapa mereka mengobrol dengan hari itu. Kami ingin WhatsApp menjadi produk yang membuat Anda tetap terjaga dan yang Anda lihat di pagi hari. Tidak ada yang bangun dari tidur siang dan berlari melihat iklan." (lnm).
(Kemas Irawan Nurrachman)