Google telah menginvestasikan sejumlah besar dana ke dalam kecerdasan buatan dan machine learning, serta menggunakan teknologi tersebut untuk memindai data Street View untuk menjawab pertanyaan obrolan.
Akhirnya Fitzpatrick menginginkan pertanyaan orang menjadi lebih akrab dengan percakapan, seperti menanyakan bangunan berwarna merah jambu di jalan.
“Ini adalah pertanyaan yang hanya bisa kami jawab jika kami memiliki informasi yang lebih kaya dan lebih detail,” katanya.
Wired melaporkan bahwa tim peneliti Stanford termasuk ilmuwan kepala Google di divisi cloud - Fei-Fei Li, mendapati bahwa mereka dapat menggunakan data Street View untuk memprediksi pola pendapatan, ras, dan pemungutan suara. Tim tersebut menggunakan software yang menganalisis model, dan tahun mobil dari foto Street View.
Pada saat itu, tim tersebut mengatakan, "Dengan menggunakan kendaraan bermotor yang diklasifikasikan di setiap lingkungan, kami menyimpulkan berbagai statistik demografi, atribut sosial ekonomi, dan preferensi politik penghuninya". Demikian seperti dilansir Business Insider, Rabu (6/9/2017). (lnm).
(Kemas Irawan Nurrachman)