SINGAPURA - Negara tentangga, Singapura, akan mengoperasikan taksi tanpa sopir atau bertekonlogi otonom paling cepat pada kuartal kedua 2018. Perusahaan startup asal Amerika Serikat, nuTonomy, sebagai penyedia teknologi mobil pintar itu sudah melakukan uji coba di beberapa lokasi di Singapura sejak beberapa bulan lalu. Demikian dikutip dari Reuters, Senin (21/8/2017).
(Baca Juga: Singapura Operasikan Taksi Tanpa Sopir Pertama di Dunia)
Singapura akan menjadi negara pertama di dunia yang dijejaki mobil otonom nuTonomy. Setelah itu, perusahaan yang berbasis di San Francisco, California, ini juga akan menyediakan transportasi sewa atau taksi otonom di Amerika Serikat.
Chief Executive Officer (CEO) nuTonomy Karl Iagnemma menjelaskan, mobil otonom itu bisa disewa oleh siapa saja. Konsep ke depannya seperti taksi namun tidak ada pengemudinya karena mobil sudah mampu berkendara sendiri.
(Baca Juga: Begini Cara Taksi Tanpa Sopir di Singapura Beroperasi)
Ia yakin sistem transportasi canggih dengan sistem sewa seperti ini akan menjadi market potensial bagi kendaraan otonom, ketimbang penggunaan pribadi. Saat ini perusahaan jasa transportasi lainnya seperti Uber Technologies dan Waymo juga sedang melakukan uji coba di berbagai negara.
Namun, pada tahap awal, perusahaan yang juga berkeja sama dengan Grab, ini akan menyediakan penyewaan mobil otonom namun masih didampingi pengemudi. Hal ini hanya untuk berjaga-jaga saja. Pengemudi tidak mengendalikan setir dan pedal, namun hanya mengambil alih pengoperasian kendaraan di kondisi darurat.
Peluncuran taksi otonom nuTonomy di Amerika Serikat akan dilakukan bekerja sama dengan Lyft, tepatnya di Boston, mulai akhir tahun ini.
(Baca Juga: Peugeot & nuTonomy Bakal Jajal Mobil Tanpa Sopir di Singapura)
Sementara itu, untuk pengadaan unit kendaraan, nuTonomy sudah bekerja sama dengan beberapa perusahaan automotif seperti Renault dan Mitsubishi. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang teknologi software, nuTonomy tak punya pengalaman dalam membuat mobil. Kondisi serupa dialami perusahaan startup lainnya. Hanya Waymo, perusahaan bagian dari Google, yang sejauh ini mencoba mengembangkan kendaraan sendiri.
(Dian AF)