JAKARTA - Manusia memiliki kelebihan dibandingkan makhluk hidup lainnya. Manusia juga memiliki keunikan, salah satunya dilihat dari sidik jari yang dimilikinya, yang dijelaskan dari sisi Alquran dan sains.
Dalam buku Tafsir Ilmi 'Penciptaan Manusia dalam perspektif Alquran dan Sains' yang disusun oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran, Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menjelaskan fakta mengenai sidik jari manusia.
Fakta bahwa sidik jari tidak berubah dan dapat digunakan sebagai identitas seseorang baru diketahui pada akhir abad ke-19. Sebelumnya, sidik jari hanya dilihat sebagai guratan-guratan tanpa arti apa-apa.
Kemudian, seorang peneliti bernama Sir Francis Goly pada 1800-an mengungkapkan bahwa pola lingkaran pada ujung jari seseorang, yang kemudian dikenal sebagai sidik jari, adalah unik untuk tiap individu.
Dari penelitian dan temuan selanjutnya, diterapkanlah pola identifikasi individu dengan sidik jari pada 1880, utamanya dalam kaitannya dengan tindak kriminal.