JAKARTA - Konten negatif di media sosial terus berseliweran meski telah ada kontrol dari pemerintah. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Komimfo) pun sejauh ini mengabarkan telah mendapatkan ribuan aduan mengenai persoalan tersebut.
Plt Humas Kementerian Kominfo, Noor Iza, mengatakan bahwa aduan mengenai konten negatif berbau SARA mendominasi laporan di awal Januari 2017. Ia menjelaskan bahwa dominasi masalah SARA muncul saat digelarnya Pilkada 2017.
"Jumlah konten berbau SARA dan ujaran kebencian mencapai puncak tertinggi pada Januari 2017 mencapai 5.142 bersamaan dengan Pilkada DKI Jakarta lalu perlahan menurun hingga 94 di Juli 2017," kata Noor Iza, Kamis (10/8/2017).
"Namun, sempat naik lagi pada bulan April dan Mei ketika momentum Pilkada DKI Jakarta putaran kedua di kisaran 1.000-an," imbuhnya.
Sedangkan aduan konten negatif lainnya, didominasi oleh berita hoax serta ujaran kebencian. Noor Iza melanjutkan, kedua masalah tersebut berada di posisi kedua sebagai aduan yang paling banyak dilaporkan berjumlah 5.070.
Sama seperti masalah SARA, aduan konten tersebut juga mengalami peningkatan seiring digelarnya pemilihan kepala daerah DKI Jakarta, namun kembali turun dan menyisakan 48 laporan.
Sedangkan, jumlah konten sarat pornografi juga menurun dari ribuan pengaduan menjadi hanya ratusan di Juli ini.