"Memang pada pembuatan alat pengubah air menjadi bahan bakar mobil ini yang menempel di bagian mesin membutuhkan Rp10 juta," paparnya.
Di samping itu, proses pembuatannya cukup kompleks. Untuk membuat satu mobil hingga benar-benar bisa berjalan menggunakan bahan bakar air ia membutuhkan waktu hingga dua pekan.
Lebih lanjut Hamidun mengungkapkan, jika ada perusahaan yang mau membeli dan mengembangkan hasil penemuannya lebih besar lagi dia akan senang hati membuka diri.
"Harapan saya ke depannya ada perusahaan yang mau mengembangkan itu," ungkap pria yang pernah bekerja di sebuah perusahaan automotif itu.
(Dian AF)