Mantap! 'Dilirik' Google, Saham Snapchat Merangkak Naik

Lely Maulida, Jurnalis
Jum'at 04 Agustus 2017 22:33 WIB
(Foto: Business Insider)
Share :

CALIFORNIA – Setelah sempat anjlok belum lama ini, saham Snap –perusahaan induk Snapchat– kembali merangkak. Hal tersebut terjadi berkat kabar Google akan menawar perusahaan tersebut setidaknya dengan harga 30 miliar dolar pada harga tahun lalu.

Saham Snap naik 1,74%, tak lama setelah laporan tersebut mencuat. Peningkatan itu membawa perusahaan kembali dari rekor terendahnya hingga mendekati nilai USD12. Snap diperdagangkan di level USD12,87 setelah laporan itu.

Menurut laporan, Google menawarkan untuk mengakuisisi Snap, sesaat sebelum perusahaan itu mengumpulkan uang untuk putaran perdana Seri F yang memberikan perusahaan pada nilai USD20 miliar. Menurut salah satu sumber, penawaran untuk Snap berpotensi mencapai senilai USD30 miliar.

Awal tahun ini, Snap berambisi untuk mencapai valuasi USD24 miliar dalam penawaran umum perdana (IPO). Namun perusahaan sempat kecewa karena sahamnya anjlok tajam sejak IPO-nya.

Rumor akuisisi Snap bukanlah hal yang baru. Investor telah meminta manajemen untuk menjualnya sementara waktu. Para investor percaya bahwa Facebook dan Google merupakan merupakan perusahaan dengan kemungkinan terkuat untuk mengakuisisi Snapchat.

Namun hubungan antara Evan Spiegel dan CEO Facebook Mark Zuckerberg seperti diketahui seolah saling sikut, sehingga agak menutup kemungkinan itu. Spiegel juga sebelumnya pernah menolak tawaran dari Zuckerberg.

Sementara itu, Chairman Alphabet, Eric Schmidt dilaporkan dekat dengan Spiegel. Schmidt adalah penasehat awal Spiegel dan hubungan keduanya tetap positif.


Heath mengatakan akuisisi oleh Google akan masuk akal, karena perusahaan tersebut sebelumnya telah mencoba memulai jaringan sosial. Di sisi lain, Spiegel dilaporkan amat independen dan menghindari pembelian atau akuisisi.

Nilai pasar Snap setelah merangkak mencapai sekira USD15,2 miliar, yang berarti tawaran potensial Google akan menjadi dua kali lipat dari apa yang saat ini dicapai perusahaan. Demikian seperti dilansir Business Insider, Jumat (4/8/2017).

(Kemas Irawan Nurrachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya