Bunga leluhur tersebut memiliki komponen alat kelamin betina (carpels) dan jantan (benang sari), serta beberapa siklus konsentris (whorls) dari organ seperti pada 3 kelopak yang dimiliki. Sekira 20 persen bunga saat ini memiliki hiasan trimerous (bagian bunga dalam kelipatan tiga).
“Hasil ini mempertanyakan banyak hal yang telah dipikirkan dan diajarkan sebelumnya tentang evolusi flora," ungkap Juerg Schoenenberger seorang profesor di University of Vienna yang mengoordinasikan penelitian tersebut. Sudah lama diasumsikan bahwa bunga leluhur memiliki semua organ yang diatur dalam spiral.
Para peneliti juga merekonstruksi apa yang terlihat seperti bunga di semua kunci perbedaan pada pohon evolusi tanaman berbunga, termasuk evolusi awal monokotil (tumbuhan berkeping tunggal) dan dikotil (tumbuhan berkeping dua).
Studi baru ini menyoroti fase awal evolusi bunga dan menawarkan untuk pertama kalinya sebuah skenario sederhana dan masuk akal untuk menjelaskan keragaman bentuk bunga yang ada saat ini. Meski begitu, banyak pertanyaan yang tetap muncul, karena catatan fosil tanaman berbunga masih belum lengkap.
(Ahmad Luthfi)