Wow! Ini Dia Nenek Moyang Tanaman Bunga

Riani Angel Agustine, Jurnalis
Jum'at 04 Agustus 2017 05:30 WIB
Ilustrasi (Foto: Sciencedaily)
Share :

PARIS - Tanaman bunga merupakan kelompok tanaman yang paling beragam di Bumi. Saat ini tanaman bunga setidaknya memiliki 300 ribu spesies.

Mereka mencakup hampir semua spesies yang digunakan oleh orang untuk makanan, obat-obatan, dan keperluan lainnya. Namun, tanaman berbunga muncul sekira 140 juta tahun yang lalu.

Dikutip dari Sciencedaily.com, Kamis (3/8/2017), kemunculan bunga dalam evolusi tanaman cukup terlambat, menjelang akhir zaman dinosaurus. Namun semenjak itu telah diverifikasi bahwa tidak ada yang tahu persis bagaimana, asal mula, dan evolusi awal tanaman berbunga.

Sudah hampir 140 tahun setelah Charles Darwin menyebut hal ini sebagai ‘misteri keji’ di dunia biologi dan ini masih menjadi teka-teki terbesar. Terdapat studi baru yang disebut dengan proyek “eFLOWER”.

Proyek eFLOWER merupakan usaha internasional yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk menggabungkan informasi mengenai struktur bunga. Dengan informasi terbaru tentang pohon evolusioner tanaman bunga berdasarkan DNA.

Hasilnya memberi kesan baru pada evolusi awal serta pola utama dalam evolusi bunga di semua tanaman berbunga yang hidup saat ini. Salah satu hasil paling mengejutkan adalah model baru dari bunga leluhur asli yang tidak sesuai dengan perkiraan sebelumnya.

“Ketika kami akhirnya mendapatkan hasil penuh, saya sangat terkejut sampai menyadari bahwa mereka benar-benar masuk akal," ungkap Hervé Sauquet, pemimpin studi dan seorang Professor di Université Paris-Sud, Prancis. Menurut penelitian baru, bunga leluhur adalah tumbuhan biseksual.

Bunga leluhur tersebut memiliki komponen alat kelamin betina (carpels) dan jantan (benang sari), serta beberapa siklus konsentris (whorls) dari organ seperti pada 3 kelopak yang dimiliki. Sekira 20 persen bunga saat ini memiliki hiasan trimerous (bagian bunga dalam kelipatan tiga).

“Hasil ini mempertanyakan banyak hal yang telah dipikirkan dan diajarkan sebelumnya tentang evolusi flora," ungkap Juerg Schoenenberger seorang profesor di University of Vienna yang mengoordinasikan penelitian tersebut. Sudah lama diasumsikan bahwa bunga leluhur memiliki semua organ yang diatur dalam spiral.

Para peneliti juga merekonstruksi apa yang terlihat seperti bunga di semua kunci perbedaan pada pohon evolusi tanaman berbunga, termasuk evolusi awal monokotil (tumbuhan berkeping tunggal) dan dikotil (tumbuhan berkeping dua).

Studi baru ini menyoroti fase awal evolusi bunga dan menawarkan untuk pertama kalinya sebuah skenario sederhana dan masuk akal untuk menjelaskan keragaman bentuk bunga yang ada saat ini. Meski begitu, banyak pertanyaan yang tetap muncul, karena catatan fosil tanaman berbunga masih belum lengkap.

(Ahmad Luthfi)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya