MENLO PARK – Layanan internet gratis Facebook atau yakni Free Basic dirancang untuk menawarkan konektivitas ke negara-negara yang kurang beruntung. Namun rupanya, layanan itu memiliki celah yang menjadi kekurangannya.
Seperti yang diklaim India saat melarang layanan itu pada 2016, sebuah laporan yang dirilis oleh Global Voices menunjukkan bahwa internet gratis yang mengutamakan layanan seperti Facebook melanggar netrariltas yang jernih (net netrality).
Tak terima dengan laporan ini, Facebook mengatakan bahwa penelitian itu tidak akurat dan tidak mencakup sampel daerah yang cukup besar dan dipengaruhi oleh layanan miliknya tersebut.
Dilansir Digital Trends, Sabtu (29/7/2017), net netrality merupakan gagasan bahwa semua konten, situs web, dan platform harus diperlakukan sama seperti penyedia jasa layanan jaringan. Tak peduli pengguna memasangnya ke komputer, internet tak boleh dibatasi berdasarkan beberapa faktor.
Baca: India Blokir Layanan Facebook Free Basic
Meski disebut gratis atau free, layanan internet gratis Facebook tidak sepenuhnya dapat dinikmati dengan bebas. Layanan ini tidak menawarkan akses gratis ke seluruh website, namun tentunya memprioritaskan situs web seperti Facebook serta beberapa situs populer lain seperti Acu Weather, BBC News, dan Wikipedia.
Free Basic, dilaporkan Global Voice tersedia di 63 negara. Namun layanan itu hanya mendukung satu bahasa saja. Padahal tentunya, akan lebih baik untuk mendukung multibahasa karena digelar di berbagai negara.
Alih-alih disediakan di Afrika, Asia, dan Amerika Latin, konten yang disajkan terbatas yang ada di Amerika Serikat (AS) dan Inggris saja, bukanlah konten lokal.
Baca juga: Ditentang di India, Mark Zuckerberg Kekeuh lanjutkan Proyek Free Basic
Facebook mengatakan bahwa Free Basic merupakan bagian dari inisiatif Internet.org perusahaan media sosial, yang dirancang untuk menghadirkan informasi yang tersedia di internet, bukan termasuk konten lokal seperti kesehatan, pekerjaan lokal dan pemerintah daerah di wilayah yang kurang terlayani.
Global Voices mengatakan bahwa “Beberapa layanan internet yang hadir lebih baik dibanding tidak ada sana sekali”. Namun mereka mengatakan bahwa situs web dan layanan yang tersedia saat ini tidak memenuhi kebutuhan terbesar di wilayah tersebut.
Facebook juga mengumpulkan data dari pengguna Free Basic di semua situs web, tak hanya pengguna yang mengakses Facebook.
Baca juga: Lagi, Layanan Facebook Free Basic Diblokir
Facebook mengatakan bahwa penelitian ini mencakup beberapa ketidakakuratan dan hanya didasarkan pada sebagian kecil pengguna di sejumlah kecil negara.
"Tujuan kami dengan Free Basics adalah untuk membantu lebih banyak orang merasakan nilai dan relevansi konektivitas melalui platform terbuka dan gratis," kata juru bicara Facebook kepada Digital Trends.
"Studi yang dirilis oleh Global Voices, dan artikel berikutnya di Guardian, mencakup ketidakakuratan yang signifikan. Studi tersebut, yang didasarkan pada sekelompok kecil kontributor Global hanya di beberapa negara, tidak mencerminkan pengalaman jutaan orang di lebih dari 65 negara yang mendapat manfaat dari Free Basic," terangnya.
Baca juga: Internet Terjangkau Besutan Facebook Bergulir di India
(Kemas Irawan Nurrachman)