JAKARTA – Google tengah menjadi salah satu perusahaan teknologi paling besar di dunia. Laman pencarian miliknya pun telah menjadi situs yang paling banyak dikunjungi di dunia maya oleh masyarakat dunia.
Melampaui situs-situs lainnya, Google.com pun saat ini telah menjadi situs nomor satu yang paling sering dikunjungi oleh seluruh pengguna internet di dunia. Nomor dua ditempati oleh Youtube yang juga merupakan situs besutan Google, dan nomor ketiga ditempati media sosial terbesar di dunia besutan Mark Zuckerberg, Facebook.
Google sendiri didirikan oleh Larry Page dan Sergey Brin. Saat mendirikan Google, keduanya masih menjadi mahasiswa di Universitas Stanford. Google pertama kali menjadi perusahaan swasta pada 4 September 1998. Misi dari Google adalah mengumpulkan informasi di dunia dan membuatnya dapat diakses dan bermanfaat bagi semua orang.
Sejak didirikan, perusahaan bertumbuh dengan sangat cepat dan menghasilkan produk, akuisisi, dan kerja sama di bidang inti pencarian perusahaan ini.
Salah satu pendiri Google, Sergey Brin, merupakan seseorang yang terbilang sangat berpengaruh dalam perkembangan Google hingga menjadi sangat besar seperti sekarang ini. Awal pembentukan Google terjadi karena Sergey Brin sangat tertarik dengan internet dan mesin pencari. Ia juga telah menulis banyak paper yang membahas data-mining dan pattern extraction. Ia juga pernah membuat software untuk mengubah TeX menjadi HTML untuk memudahkan tugas-tugasnya.
Sergey Brin juga pernah mengatakan, “Memecahkan masalah besar lebih mudah, dibandingkan harus memecahkan masalah yang kecil.” Kata-kata ini yang juga membawa Sergey Brin dapat sukses bersama Lary Page dalam mengembangkan Google. Kata-kata tersebut menunjukkan bahwa Sergey Brin tidak pernah takut akan masalah-masalah yang dihadapi di depannya, walaupun masalah tersebut adalah masalah yang besar.
Sergey Brin yakin masalah yang besar itu akan dapat diselesaikan lebih mudah dibandingkan dengan masalah-masalah kecil yang ia hadapi. Sebab, masalah besar tidak akan hadir sebanyak masalah-masalah kecil.
(Kemas Irawan Nurrachman)