JAKARTA – Persoalan SMS Hary Tanoesoedibjo (Hary Tanoe) terhadap Jaksa Yulianto yang dikira sebagai ancaman membuat Pakar Telematika, Abimanyu Wachjoewidajat angkat bicara.
Abimanyu mengklaim bahwa di dalam dunia telematika tak pernah ada kata yang berbau ancaman seperti yang dimaksud Jaksa Yulianto.
“Di telematika itu tidak pernah ada kata ancaman, yang namanya treat itu tidak pernah ada. Ancaman itu sifatnya non-telematika,” ujar Abimanyu saat dihubungi Okezone melalui pesan elektronik, Minggu (2/7/2017).
Pria yang kerap disapa Abah ini pun memaparkan bagaimana ancaman yang dimaksud di telematika tersebut.
“Ancaman secara telematika yang paling mungkin adalah apabila kondisi kritis komunikasi mendekati maksimal atau apapun kondisi memori sudah hampir maksimal, hard disk sudah hampir full, itu semua dibilang ancaman telematika seperti itu. Sehingga kalau itu dibiarkan, jadi pembiaran maka efeknya bisa fatal. Sehingga keadaan jadi macet, nah ini kan ancaman telematika kalau ini (SMS Hary Tanoe) kan non-telematika, human to human,” imbuhnya.
Sebelumnya diketahui, tak sedikit pakar yang menegaskan bahwa Hary Tanoe mewakili pribadinya menyampaikan pesan kepada Yulianto mewakili institusi Kejaksaan, agar institusi Kejaksaan dapat bertindak secara profesional dalam menangani perkara. Hary Tanoe juga ingin memberikan motivasi kuat dan pesan moral agar Kejaksaan bekerja lebih baik.
(Ahmad Luthfi)