Gerhana Bulan dalam Pandangan Hadis dan Sains

Ahmad Luthfi, Jurnalis
Selasa 23 Mei 2017 06:01 WIB
(Foto: Reuters)
Share :

JAKARTA - Gerhana bulan terjadi ketika Bumi berada posisi antara matahari dan bulan. Sehingga memunculkan bayangan kerucut panjang yang disebut umbra, bersamaan dengan area bayangan parsial yang disebut penumbra di sekitarnya.

Hal tersebut adalah sebuah fenomena yang dapat diamati dari seluruh bagian Bumi. Buku 'Miracles of Al-Qur'an & As-Sunnah' menjelaskan, pada sebagian besar bulan dalam kalender, bulan beredar melewati sisi atas atau bawah umbra dan tidak memasuki bayangan tersebut. Dengan demikian, gerhana bulan tidak terjadi.

Selama gerhana matahari, energi matahari yang mencapai Bumi menurun dan karenanya suhu Bumi menurun. Sedangkan ketika gerhana bulan, energi matahari yang mencapai Bumi meningkat.

Hal ini menyebabkan suhu Bumi relatif meningkat selama beberapa menit. Karena fenomena ini, Bumi menghadapi bahaya ekstrem dan hanya Allah yang mengetahui seberapa besar kadar kedahsyatan bahaya tersebut.

Hal itu sebabnya, Nabi Muhammad meminta umat Islam berdoa kepada Allah. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam juga meminta umat beliau untuk melaksanakan salat dan bersedekah.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya