JAKARTA - Matahari saat ini terbit dari arah timur dan terbenam di barat. Fenomena tersebut lazim terjadi dan ilmuwan menemukan fakta bahwa suatu saat matahari terbit dari arah barat.
Buku 'Miracles of Al-Qur'an & As-Sunnah' mengungkapkan, fakta tersebut muncul dari memahami iklim di Bumi selama zaman prasejarah seperti yang terekam dalam batang tanaman, kerangka hewan, dan sedimen massa es.
Peneliti juga mengamati berbagai fosil laut, sedimen kontinental, dan batu yang menyimpan beberapa bentuk kehidupan masa lalu. Batuan sedimen juga sering dijumpai di danau, sungai, dan tepi pantai.
Sedimen ini biasanya tersimpan di permukaan yang kering setelah air surut, karena penurunan permukaan air laut atau minimnya hujan. Permukaan tersebut menjaga mineral yang mencerminkan gambaran lengkap dari struktur dan komposisi baik atmosfer maupun air yang melingkupi Bumi.
Peneliti juga mengamati perubahan iklim yang terjadi. Dalam sebuah penelitian terbaru tentang perubahan iklim sebagaimana tercatat dalam lingkaran tahunan batang tanaman, menginformasikan empat musim (musim panas, musim gugur, musim dingin, dan musim semi) mulai dari 12 bulan dalam setahun, beberapa minggu setiap bulan, dan beberapa siang dan malam setiap harinya.