Perkembangan Robot dan Kesempatan Kerja yang Semakin Terbatas

Aditya Gema Pratomo, Jurnalis
Jum'at 07 April 2017 17:10 WIB
Ilustrasi (Foto: Reuters)
Share :

CALIFORNIA - Robot dapat membantu kegiatan industri secara lebih cepat dan efisien. Dengan bantuan robot, sebuah proses produksi dapat memangkas banyak pengeluaran. Namun apakah penggunaan robot yang semakin meningkat di kalangan industri akan mematikan kesempatan kerja masyarakat?

Dalam sebuah riset yang dirilis Biro Riset Ekonomi Amerika Serikat, penggunaan robot untuk industri kian meningkat dari tahun ke tahun. Lembaga itu juga menyatakan bahwa setiap robot yang digunakan di pabrik akan menggeser enam karyawan.

Sebuah laporan yang ditulis oleh ekonom Daron Acemoglu dan Pascual Restrepo menemukan bahwa upah pekerja juga sedikit menurun sebagai akibat dari meningkatnya penggunaan robot.

Laporan lainnya menunjukkan bahwa penggunaan robot bertanggung jawab atas hilangnya 670 ribu pekerjaan di bidang manufaktur. Hal tersebut disebabkan karena perusahaan lebih mengandalkan robot dibandingkan manusia.

Ketiga laporan di atas sejalan dengan proyeksi yang dikeluarkan oleh Boston Consulting Group. Mereka memperkirakan bahwa jumlah robot industri di seluruh dunia bisa empat kali lipat pada 2025. Jika temuan dari studi ini mewakili tren bergerak ke masa depan, maka angka kehilangan pekerjaan bisa meningkat.

Di tengah ketakutan atas kesempatan kerja yang semakin terbatas, tidak sedikit yang berpendapat bahwa robot justru dapat membantu pekerjaan manusia. Hal itu diungkapkan oleh analisis Morgan Stanley, Ruchir Sharma.

Ia berpendapat bahwa robot dapat membantu negara yang mengalami krisis populasi. Negara seperti Jepang yang mulai kehilangan generasi mudanya akan banyak terbantu oleh penggunaan robot di industri.

Selain itu, populasi robot yang "baru" mencapai 1,6 juta dianggap masih jauh dari populasi manusia kini yang sudah mencapai 7,5 miliar.

(Kemas Irawan Nurrachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya