STUTTGART - Mercedes Benz akan menggenjot pengaplikasian tenaga listrik pada produk-produknya. Ini merupakan langkah konkret perusahaan mobil premium Jerman itu setelah gagal mengurangi emisi rata-rata produknya di Eropa pada 2016.
Salah satu alasannya adalah penjualan mobil SUV Mercedes Benz lebih menonjol ketimbang sedan. Sementara mobil SUV menghasilkan emisi karbon lebih banyak ketimbang sedan. Karena itulah Mercedes Benz semakin kesulitan memenuhi standar emisi yang akan diberlakukan Eropa. Pada 2020, standar emisi karbon di Eropa dipatok 95 gram CO2 per kilometer.
Untuk memenuhi standar tersebut, Mercedes Benz akan menghadirkan lebih dari 10 mobil listrik hingga 2022. Investasi yang digelontorkan mencapai 10 miliar euro.
Targetnya, Mercedes Benz ingin mencapai emisi rata-rata CO2 100 gram per km pada 2020. Jumlah itu sudah termasuk untuk brand Smart. Angka itu memang belum memenuhi standar Eropa, namun setidaknya bisa memperkecil jarak.
Tahun lalu, produk kendaraan penumpang Mercedes Benz menghasilkan emisi rata-rata 123 gram, perolehan yang sama dengan 2015. Ini merupakan kegagalan pertama produsen belogo 'three point star' itu mengendalikan emisi pada produk-produknya meski Mercedes Benz sudah mengaplikasikan mesin-mesin yang lebih ramah lingkungan.
(Dian AF)