Sementara Google Loon, sebagaimana dilansir Business Insider, Selasa (22/11/2016), mampu mengudara sekira 60.000 hingga 90.000 kaki dari permukaan bumi. Hal ini menunjukkan bahwa ketinggian yang dicapai oleh balon ini mampu melebihi dua atau tiga kali ketinggian pesawat komersil.
Sama seperti Facebook, Google juga mengandalkan tenaga surya untuk menerbangkan pemancar internetnya. Selain itu, Loon telah dilengkapi sistem pelacak GPS untuk memantau lokasi keberadaannya.
Di Indonesia Google telah melakukan kerja sama dengan beberapa operator seluler untuk menyukseskan misinya. Namun, dari kabar terakhir, proyek Loon Google harus tertunda mengingat adanya regulasi dan kepeminpinan terbaru di Kementerian Perhubungan.
Google telah melakukan uji coba proyek tersebut di beberapa negara seperti Selandia Baru, Brasil, dan negara bagian California.
(Ahmad Luthfi)