MUMBAI - Produsen mobil India, Tata Motor, bersikeras tetap memproduksi mobil murah Tata Nano. Mobil perkotaan itu dijual dengan harga USD1.500 atau sekira Rp20 juta (kurs USD1=Rp13.065).
Pernyataan itu disampaikan Tata Motors di bursa efek India Jumat 4 November 2016 menyusul munculnya surat dari petinggi perusahaan Tata Sons, Cyrus Mistry, bahwa ongkos produksi Nano saat ini sudah di atas 100 ribu rupe atau USD1.497. Jika Tata masih ingin mendapat untung maka produksi Nano harus segera dihentikan. Demikian dikutip dari Reuters, Sabtu (5/11/2016).
Kondisi ini memicu pertentangan sengit di internal grup Tata. Ratan Tata yang masih anggota keluarga dari pemilik perusahaan mengambil kendali menyusul ketidaksetujuan para pejabat lama yang ingin agar perusahaan menghentikan produksi Nano. Mistry pun ditendang dari perusahaan Tata Sons.
Penjualan mobil Nano sendiri turun lebih dari 60 persen menjadi hanya 4.459 selama enam bulan pertama di tahun fiskal yang dimulai April 2016. Tata juga harus menghadapi kenyataan bahwa Nano identik dengan mobil murah dan hal itu sudah tidak relevan lagi untuk dilanjutkan.
Kelompok yang menghendaki produksi Nano dihentikan menilai perusahaan bisa fokus membuat produk lain yang lebih diminati pasar. Lini produksi Nano bisa dimanfaatkan memproduksi kendaraan model lain.
(Anton Suhartono)