Kaum nomaden di peradaban sebelumnya menggunakan permadani sebagai pelindung dari badai pasir, dan sebagai pelana yang lebih lembut untuk penunggang unta.
Sementara Ibnu Badis, ilmuwan abad Ke-11 menciptakan tinta dan pewarna yang menambah meriah warna permadani buatan dunia Muslim dan mengubah permadani dari barang praktis menjadi bagian mode.
Permadani Muslim dihias pola bunga besar ditambah beragam bentuk seperti bintang, segi delapan, dan segitiga yang tersusun indah dengan pola geometris.
Sebagaimana diketahui permadani Muslim menjadi simbol status, terutama di Eropa. Raja Inggris, Henry VIII dipercaya lebih daripada 400 permadani serta mendekorasi jubah dan tirainya dengan desain Muslim.
(Kemas Irawan Nurrachman)