Android kemudian masuk ke tubuh Google di Googleplex sebagai sebuah tim kecil berbentuk startup. Setelah kehadiran Android, Google mulai fokus membuat aplikasi untuk sistem operasinya sendiri karena sebelumnya mereka membuat software untuk Nokia atau BlackBerry. Android memiliki misi untuk menyebarkan aplikasi Google.
Namun untuk bisa mendistribusikannya, Android perlu bekerja sama dengan vendor ponsel dan operator. “Jika Anda ingin membangun ponsel, itu hal berbeda. Itu yang dilakukan Apple. Kami pergi ke luar dan membangun ponsel lalu kami harus membangun infrastruktur, aliansi dan kerjasama,” ujar Rubin.
Sayangnya, usaha tersebut sangat sulit didapatkan saat itu. Namun Google dan Android akhirnya berhasil bekerjasama dengan T-Mobile karena perusahaan itu adalah mantan tempat kerja Nick Sears. Android pertama hampir pertama dengan nama G1.
Namun pada 2007, Steve Jobs merilis iPhone pertama dengan layar sentuh penuh. Rubin dan Google memutuskan untuk mendesain kembali G1 yang awalnya lebih mirip BlackBerry menjadi memiliki layar sentuh.
Sejak iPhone pertama bekerja sama eksklusif dengan At&T, operator lainnya merasa terancam dan mulai berlari pada Android. Sistem operasi ini tidak mengontrol konten secara penuh sehingga para operator, developer dan pemilik konten masih bisa memodifikasi kode. Dari sinilah awal kesuksesan Android dimulai.
Pada 2009, Motorola menjadi smartphone pertama yang lahir dengan sistem operasi Android. Verizon menggelontorkan uang USD100 juta untuk memasarkan ponsel yang dikenal sebagai nama Droid ini. Ponsel inilah yang menjadi cikal bakal Android.
(Kemas Irawan Nurrachman)