BEIJING - Kota-kota besar di China menyediakan lahan parkir khusus pengemudi perempuan. Tujuannya untuk membantu mereka memarkir mobil dengan mudah. Namun, langkah ini justru menuai kontroversi di media sosial.
Betapa tidak, ruang parkir yang disediakan bagi pengemudi perempuan memiliki luas 1,5 kali lebih besar dari ukuran normal sehingga menyita ruang yang ada. Hal ini pun menimbulkan pertanyaan, apakah kemampuan seseorang dalam memarkir mobil ditentukan oleh gender atau bukan.
Manajer sebuah rest area di Kota Huangzhou, Pan Tietong, mengatakan kepada Qianjing Evening News, pihaknya mulai menyediakan lahan parkir untuk pengemudi perempuan sejak Maret 2016. Lahan parkir khusus perempuan ditandai dengan garis pink.
“Area parkir yang lebih besar diperuntukkan untuk pengemudi perempuan yang cara mengemudinya tidak begitu hebat. Ini ukuran parkir yang manusiawi,” kata dia.
Tietong menjelaskan, hanya delapan dari 361 ruang parkir di lahan yang menjadi tanggung jawabnya yang diperuntukkan bagi pengemudi perempuan. Ia menegaskan ruang parkir khusus perempuan itu dibuat berdasarkan usulan dari pengunjung.
Menurut dia, jika pengemudi perempuan merasa mampu memarkir dengan baik, mereka bisa mengambil spot lain yang standar. Setiap harinya, rata-rata hanya 15 pengemudi perempuan yang menggunakan spot tersebut.
Hal ini pun menuai perdebatan di media sosial China, Sina Weibo. “Ini namanya pelecehan perempuan yang berlindung di balik ‘kepedulian’. Seseorang mampu memarkirkan kendaraan dengan baik bergantung dari kemampuan mengemudinya, bukan gender," tulis seorang netizen.