Dibuat berdasarkan platform iStreama dari Gordon Murray Design yang telah dipatenkan, mobil konsep Shell mengalami perombakan radikal dari segi rancangan, pengembangan, dan produksi. Mobil ini menggabungkan teknologi mutakhir berbobot ringan sehingga beratnya hanya 550 kilogram dan diproduksi dari bahan-bahan dengan energi dan jejak karbon rendah.
Pengalaman Gordon Murray di sirkuit Formula One juga turut berperan dalam pengembangan mobil ini, khususnya terkait dengan karakteristiknya yang memiliki resistensi tinggi terhadap tabrakan dan keringanannya. Sejumlah komponen mobil dibuat menggunakan teknologi printer tiga dimensi untuk mempercepat konstruksi prototipe ini.
Mobil ini juga memanfaatkan versi modifikasi dari Drive App Shell yang dioperasikan melalui smartphone, yaitu aplikasi yang memberikan umpan balik secara real time kepada pengemudi melalui grafik pada layar. Tujuannya untuk senantiasa mengingatkan bahwa konsumsi bahan bakar sangat bergantung pada perilaku pengemudi.
Dari segi gaya, mobil konsep Shell menawarkan terobosan baru pada tampilan yang tinggi dan ramping sekaligus memberikan pengalaman berkendara yang berbeda karena posisi kursi pengemudi di tengah dan dua kursi penumpang di belakang.
"Mobil kami mungkin berukuran kecil, namun memiliki potensi sangat besar. Kami ingin mempercepat kemajuan diskusi tentang bagaimana kita bisa membuat kendaraan jalan raya lebih hemat energi dan rendah karbon. Oleh karena itu, dalam beberapa minggu dan bulan mendatang, kami bermaksud untuk membagikan hasil penelitian proyek ini dengan para perancang mesin, produsen mobil, akademisi, dan pakar lainnya di bidang automotif," kata Andrew Hepher, vice president Shell’s lubricants research team.
(Dian AF)