JAKARTA - Mengemudikan mobil tidak bisa sembarangan karena hal ini meyangkut keselamatan bukan hanya pengemudi itu sendiri, namun juga pengguna jalan lain.
Ada banyak hal yang bisa memengaruhi seseorang tidak bisa berkonsentrasi maksimal ketika di balik kemudi, seperti kelelahan dan stres. Namun, bisa juga dari penyakit yang diderita.
Berikut penyakit-penyakit yang bisa memengaruhi kemampuan seseorang dalam mengemudi, sebagaimana dijelaskan dalam rilis Carmudi:
1. Hemianopsia
Hemianopsia adalah penyempitan bidang penglihatan yang membuat penderitanya memiliki pandangan terbatas. Penderita hanya melihat separuh bagian dari bidang penglihatan. Obyek yang tadinya terlihat bisa tiba-tiba hilang dan menjadi gelap. Hal ini dikarenakan otak penderita mengalami kerusakan organik yang bisa disebabkan oleh stroke atau cedera kepala. Peneliti menyatakan penderita hemianopsia tidak disarankan untuk menyetir karena mereka akan mengalami kesulitan mendeteksi pejalan kaki atau objek bergerak lainnnya di jalan raya.
2. Panic Attack atau Panic Disorder
Panic attack adalah serangan kepanikan yang menjurus kepada ketakutan hebat yang terjadi tiba-tiba tanpa ada sebab sebelumnya. Panic attack dapat menyerang kapan saja dalam kondisi apa pun. Penderita panic attack yang telah mengalami serangan sedikitnya empat kali sudah dikategorikan sebagai menderita Panic Disorder. Penderita panic attack sering disalahartikan sebagai penderita sakit jantung karena secara umum gejalanya mirip dengan serangan jantung, mulai dari detak cepat dan berdebar-debar, pusing, kepala seperti melayang, badan terasa dingin, nafas pendek-pendek, dan seakan-akan merasa akan meninggal atau sekarat.