Sistem Keamanan Lemah, Smart TV Jadi Target Penjahat Cyber

Ahmad Luthfi, Jurnalis
Minggu 03 Januari 2016 14:24 WIB
(Foto: Ibtimes)
Share :

CALIFORNIA - Perangkat yang terkoneksi dengan internet memungkinkan hacker atau penjahat cyber untuk meretas. Salah satu perangkat yang dapat terhubung ke internet ialah Smart TV.

Dilansir Ibtimes, Minggu (3/1/2016), TV pintar atau Smart TV disebut-sebut menjadi perangkat berikutnya yang ditarget oleh penjahat cyber. Dibandingkan smartphone atau PC, Smart TV diklaim lebih lemah dalam hal fitur keamanan.

Selain produk untuk konsumen, Smart TV juga dipakai oleh perusahaan atau kalangan pebisnis. Perusahaan Research and Markets meramalkan pertumbuhan pasar TV di Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 20,37 persen.

Prosentase tersebut selama periode 2014-2019 dalam hal revenue. Sementara, pertumbuhan pasar diprediksi naik mencapai 8,10 persen.

Craig Young, peneliti keamanan komputer di Tripwire mengatakan bahwa beberapa model Smart TV tidak menyediakan detail saat perangkat dikontrol oleh seseorang yang mengirimkan perintah melalui jaringan.

Ini menandakan, hacker bisa memakai Smart TV untuk menemukan apa yang terjadi di ruangan pertemuan perusahaan. "Jika seseorang di ruang dewan melakukan persentasi, (ini) bisa menyebabkan beberapa situasi memalukan atau situasi tak terduga," kata Young.

Tidak menutup kemungkinan apabila TV tersebut juga terpasang software berbahaya atau malware.

(Ahmad Luthfi)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya