"Setup office tentu butuh printer, begitu juga siklus lima tahun konsumen ganti printer baru," ujarnya.
Menurutnya, maraknya konten digital justru merangsang industri kreatif untuk tumbuh. Oleh karena itu, pasar printer atau mesin cetak akan tetap eksis. Misalnya, mereka yang bergelut di dunia percetakan, packaging, bahkan untuk draft pakaian batik.
Tampaknya, ada beberapa hal yang tidak dapat tergantikan walau kini marak konten atau informasi dalam wujud digital. "Undangan pernikahan (misalnya). Dahulu enggak ada buku tahunan (anak SMA), sekarang ada," tambahnya.
(Ahmad Luthfi)