Tiga Alasan di Balik Runtuhnya Nokia

Advent Jose, Jurnalis
Kamis 22 Oktober 2015 06:02 WIB
ilustrasi (foto : Wired)
Share :

HELSINKI - Sebelum ponsel bergenre layar sentuh melapisi pasar, telefon genggam ala candy bar adalah tokoh utama dalam teknologi perangkat genggam. Saat itu, Nokia cukup lama menjadi diktator, sampai akhirnya dia tumbang.

Kini, kejayaan Nokia hanya tinggal kenangan. Meskipun sejatinya Nokia kini mencoba untuk merangkat perlahan-lahan menuju gerbang kesuksesannya kembali. Tetapi tampaknya menarik, mengulas apa penyebabnya runtuh Nokia dari bisnis ponsel yang pernah melambungkan namanya.

Setidaknya adalah tiga alasan yang membuatnya down dari bisnis perangkat mobile, seperti dikutip dari Wired, Rabu (21/10/2015). 

Bergerak Lambat

Kompetisi perangkat mobile sebenarnya mulai panas pada 2007, ketika Apple merilis iPhone pertama. Saat itu, Nokia masih setia dengan platform Symbian hingga 2011.

Ketika telah semakin banyak pesaing kuat bermunculan seperti BlackBerry dan Android, barulah Nokia seperti “tertampar” untuk segera bangun dari tidur panjangnya selama 5 tahun dengan merilik OS dari Microsoft, yakni Windows Phone.
 
Meski banyak yang mengatakan, pilihan yang dibuat Nokia kala itu juga adalah lompatan yang salah. Pasalnya, OS Microsoft tergolong masih premature dan belum banyak mendukung fitur-fitur canggih seperti para pesaingnya Android, iOS, dan BlackBerry OS.
 
Terlepas dari itu semua, Nokia tetaplah terlalu lambat dalam mengambil keputusan dengan membuang-buang waktu hingga 5 tahun lamanya.
 
Wajar hingga akhirnya Nokia kehilangan loyalitas pengguna yang lebih memilih beralih untuk menggunakan ponsel dengan sistem operasi yang memudahkannya mengakses internet secara mobile, ketimbang memakai WAP browser (browser bawaan OS Java) yang lemot dan membosankan.
 

Gempuran Smartphone China

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya