Awalnya, ia terinspirasi dari pacaranya yang takut naik sepeda motor. Dari situ ia terpikir membuat sepeda praktis namun penampilannya seperti motor.
M-1 sendiri didesain dengan memenuhi regulasi standar sepeda listrik di AS. Karena itu, penggunanya tidak harus memiliki SIM dan asuransi. Selain itu, motor ini tidak harus mendapat nomor registrasi. Dan, M-1 bisa diparkir di tempat sepeda.
Uniknya, sistem pengoperasian sepeda listrik ini bisa dilakukan melalui smartphone. Ada beberapa sistem pilihan berkendara dari yang ekonomis hingga sport jika pengguna menginginkan kecepatan lebih. Ada dua rantai yang terdapat pada sepeda listrik ini, yakni rantai untuk meng-gowes dan jika sepeda dioperasikan menggunakan listrik.
Jauvtis dan timnya menghabiskan waktu tiga tahun untuk mendesain dan membuat M-1, dari mulai model konsep hingga model produksi. Kurang dari 24 jam, proyek ini sudah berhasil mengumpulkan dana lebih dari setengah dari yang ditargetkan.
"Pendanaan ini akan membantu dalam produksi sehingga bisa memenuhi permintaan dan juga membantu dalam pengembangan generasi seterusnya," jata Jauvtis dalam keterangan resmi Bolt Motorbikes.
Sepeda listrik ini diproduksi di Brisbane, sebelah selatan San Francisco, dan akan dijual dengan harga USD4.995 atau sekira Rp73 juta mulai tahun depan.
(Dian AF)