"Pemerinta harapannya bisa mengarahkan kondisi pasar, melihat realnya seperti apa, harus bagaimana, apakah harus dapat proteksi atau tidak, lalu kasih solusi," paparnya.
Ia menambahkan, mobil Fin Komodo sudah mendapat reaksi yang beragam dari konsumen. Ada yang merespons positif, namun ada pula yang membandingkan dengan merek lain.
"Kami bukan pengen jadi pahlawan nasional. Tapi paling tidak ini akan menciptakan sejarah, bahwa kami punya produk mobil nasional. Sehingga, generasi yang akan datang sadar, lalu kemudian bisa membaca kelemahan-kelemahan dan mengembangkannya sehingga jadi lebih baik lagi," tutup dia.
(Anton Suhartono)