JAKARTA - Dua ponsel pintar Apple telah resmi masuk Indonesia, iPhone 6 dan iPhone 6 Plus. PT Erajaya Swasembada tbk selaku distributor dua produk tersebut menghadirkannya dalam beberapa varian berbeda. Varian ini antara lain memiliki kapasitas penyimpanan 16GB, 64GB dan 32GB dengan tiga varian warna grey, silver dan gold.
Namun sayangnya, banderol harga yang ditawarkan tampaknya cukup menguras kantong. Seperti diketahui kapasitas 16GB dibanderol Rp10 jutaan, 64GB dibanderol Rp12 jutaan, serta 128GB dengan kiraan harga Rp14 jutaan. Banderol harga tersebut merupakan seri iPhone 6.
Sedangkan untuk harga iPhone 6 Plus, kapasitas penyimpanan 16GB dibanderol kiraan Rp12,4 juta dan 64GB dibanderol kiraan Rp13 jutaan, serta harga untuk kapasitas 128GB dibanderol Rp15,5 jutaan.
Djatmiko Wardoyo, Director Marketing & Communication Erajaya mengungkapkan alasan mengapa harga iPhone 6 dan iPhone 6 Plus terlampaui tinggi. Ia mengatakan bahwa harga tersebut didasari oleh fluktuasi nilai mata uang.
"Harga yang diperuntukkan untuk Indonesia memang cukup unik, tapi harga tersebut didasari dengan fluktuasi nilai mata uang sehingga untuk peluncuran harus dipastikan dahulu dengan nilai tukar saat barang masuk (impor) dan tambahan biaya lain," jelas Djatmiko Wardoyo, Director Marketing & Communication, di Jakarta, Jumat (6/2/2015).
Namun demikian, untuk menarik minat pembeli di Indonesia, perusahaan melakukan penawaran yang dianggapnya cukup menarik. "Untuk launching dua produk ini Erajaya memberikan paket penawaran dengan cashback sebesar Rp500 ribu, dengan cicilan 0 persen hingga 12 bulan melalui 6 bank Indonesia," jelas Djatmiko.
Keenam bank yang diajak rekanan tersebut adalah BCA, BNI, CIMB Niaga, Mandiri, dan bank Mega. Selain itu juga, perusahaan bekerjasama dengan tiga operator lainnya, Telkomsel, Indosat dan XL.
(Amril Amarullah (Okezone))