CALIFORNIA – Juli 1969 adalah waktu pertama kali manusia melakukan misi menjelajah angkasa dan menginjakkan kaki di Bulan. Setelah berhasil, misi-misi selanjutnya akan terus dikembangkan para ilmuwan dari badan antariksa NASA.
Tidak ingin puas hanya penelitian di planet Mars, kini ilmuwan NASA targetkan planet lainnya untuk dikunjungi. Salah satu adalah planet Pluto yang menjadi target untuk dilakukan penelitian, apakah permukaan dan kondisi planet memungkinkan untuk migrasi selanjutnya.
Misi perjalanan ini sendiri kabarnya telah direncanakan sejak lama, sekira tahun 2009 misi ke planet Pluto adalah sebuah pelayaran yang ditargetkan para ilmuwan. Meski sayangnya, perjalanan dan kondisi planet yang belum diketahui membuat misi menjadi tertunda.
Dilansir dari laman situs Dailykos, Senin (2/2/2015), setelah melakukan peluncuran pesawat ruang angkasa sejak 19 Januari 2006, yang diluncurkan dari Kennedy Space Center dengan roket peluncur Lockheed Martin Atlas V 511 Rocket. Para ilmuwan kini sudah memperkirakan jarah tempuh Bumi ke planet Pluto.
Jarak tempuh antara Bumi dan Pluto diklaim berkisar 3 miliar mil jauhnya. Keadaan permukaan planet diungkapkan memiliki kondisi yang dingin, gelap, dan sangat jauh. Diharapkan kecepatan pesawat angkasa untuk sampai ketujuan melebihi 10 mil per detik.
Kondisi Planet
Pesawat angkasa New Horison yang pernah mendarat di Pluto. Dilengkapi dengan lima pegangan penguat pesawat saat mendarat, di dalamnya juga terdapat tiga instrumen terpisah untuk mendapatkan gambaran kondisi permukaan planet.
Pluto juga dikabarkan memiliki lima bulan yang diketahui sebagai orbitnya sendiri, salah satu bulan tersebut adalah Charon yang berdiri 7700 mil di atas Pluto. Dalam tampilan gambar yang didapat pesawat, permukaan Pluto diungkapkan memiliki permukaan, cahaya matahari yang tidak banyak. Bahkan percikan matahari tersebut hanya setipis lapisan atmosfer Bumi.