Penelitian ini juga diharapkan dapat menguak rahasia panjang umur paus tersebut yang mungkin saja dapat diterapkan pada kehidupan manusia di masa depan. Paus kepala busur yang hidup di perairan Artik diketahui dapat tumbuh hingga mencapai panjang 20 meter dan mampu hidup hingga umur yang sangat tua.
Menurut peneliti sekaligus penulis rilis mengenai paus kepala busur, João Pedro de Magalhães, jika rahasia evolusi paus kepala busur terungkap, maka tak menutup kemungkinan hal tersebut dapat pula digunakan untuk melawan penyakit berbahaya bagi manusia.
“Saya berpendapat bahwa paus kepala busur berevolusi dengan cara yang berbeda dibandingkan spesies lainnya dan jika kita menemukan rahasia evolusi itu maka hal tersebut dapat digunakan untuk melawan penyakit berbahaya dalam diri manusia.” jelasnya.
Penelitian mengenai paus kepala busur ini dilakukan dengan cara membandingkan jenis DNA paus kepala busur dengan DNA dari hewan mamalia lainnya. Hasilnya ditemukan sel yang jumlahnya 1000 kali lipat dibandingkan dengan banyak sel yang terdapat pada manusia. Hal inilah yang membuat risiko terkena kanker pada paus kepala busur lebih kecil dibandingkan dengan manusia.
Selain itu, ditemukan juga gen bernama UCP1 dalam tubuh paus tersebut yang membuat mereka dapat menyeimbangkan sistem metabolisme yang terjadi dengan ukuran tubuh mereka yang besar. Jika gen ini dapat ditemukan untuk memperpanjang hidup manusia, maka hal tersebut perlu dites kecocokannya pada manusia lebih lanjut lagi.
(Amril Amarullah (Okezone))