Microsoft Tuntaskan Penutupan Windows Live Messenger

Andina Librianty, Jurnalis
Rabu 01 Mei 2013 10:07 WIB
Windows Live Messenger versi desktop (Foto: Softpedia)
Share :

CALIFORNIA - Microsoft secara resmi telah memulai proses pensiun Windows Live Messenger pada 8 April lalu dan memberikan waktu pengguna untuk melakukan transisi hingga 30 April. Dengam demikian, Selasa (30/4), Windows Live Messenger telah resmi ditutup.
 
Dilansir dari Softpedia, Selasa (1/5/2013), seperti yang telah diumumkan sebelumnya oleh Microsoft, 30 April memang merupakan target waktu untuk menyelesaikan penghentian menyeluruh Windows Live Messenger. Proses pensiun dimulai dengan versi bahasa Inggris pada 8 April, sedangkan Brasil dan Portugis akan segera menyusul dalam beberapa jam ke depan.
 
Seperti biasa, Microsoft mendorong pengguna Windows Live Messenger untuk beralih ke Sykpe karena layanan VoIP Microsoft itu bukan hanya dilengkapi dengan Messenger, tapi juga bisa digunakan untuk melakukan panggilan audio dan video melalui internet.
 
Adapun pengguna yang masih ingin menggunakan Windows Live Messenger bisa mengunduh dan memasang aplikasi pihak ketiga.
 
Sebelumnya, informasi yang didapatkan oleh situs ZDNet mengungkapkan bahwa layanan pihak ketiga Windows Live Messenger masih akan tersedia selama beberapa bulan hingga Microsoft menutup server layanannya itu, belum diketahui secara pasti waktu pensiun server Windows Live Messenger. Tapi menurut informasi yang berhasil diungkap oleh ZDNet, Microsoft berencana untuk benar-benar menutup platform Messenger pada tahun depan.
 
"Tahun depan Microsoft mulai menonaktifkan server Messenger. Langkah ini akan berdampak pada semua client, termasuk Trilian dan software instant messaging pihak ketiga lainnya yang digunakan pengguna. Setelah itu, layanan Messenger tidak akan ada lagi atau Anda tidak akan bisa sign-in," demikian informasi yang didapatkan ZDNet.

(Andina Librianty)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya