JAKARTA - Untuk mengukuhkan diri sebagai sedan mewah, Mercedes-Benz akhirnya menjejali mesin S-Class yakni S 350 dan S 500 dengan teknologi CGI (Charged Gasoline Injection). Teknologi ini diklaim mampu meningkatkan tenaga, namun tetap irit bahan bakar serta ramah lingkungan.
"Dengan adanya teknologi CGI akan sangat cocok dengan tema IIMS 2011 (Sustainable Green Technology-red),” ujar Rudi Borgenheimer, Presiden dan CEO Mercedes-Benz Indonesia kepada wartawan, Senin (18/7/2011).
Bila dibandingkan dengan mesin pendahulunya konsumsi bahan bakar pada teknologi CGI, mesin ini telah memenuhi standar emisi gas buang Euro 5 yang mampu menghemat lebih dari 24 persen. Sementara tenaga yang dihasilkan baik pada mesin 6 dan 8 silinder meningkat hingga 12 persen.
Dalam jantung pacunya, S-Class telah menggunakan sistem penyemprotan dan penyuntikan bahan bakar langsung (spray-guided direct petrol injection) generasi ketiga yang dilengkapi dengan multi-injector (multi injection) dan multi-pengapian (multi-spark ignition).
Beda dengan model sebelumnya, S 500 CGI telah mengadopsi turbocharger sehingga mampu mendongkrak tenaga sebesar 12 persen (320 kW dari 285 kW) begitu pula pada torsi maksimum sebesar 32 persen (700 Nm dari 530 Nm).
Sementara itu, konsumsi bahan bakar 13,2 liter per liter (setelah diukur berdasarkan standar Eropa) menjadikan S350 menjadi sedan mewah paling irit dikelasnya.
Mercedes-Benz S 350 CGI dibanderol Rp2,019 miliar sementara S 500 CGI dipatok Rp2,699 miliar. Keduanya telah tersedia di seluruh jaringan penjualan resmi Mercedes-Benz Indonesia dan diproduksi secara lokal.
(Azwar Ferdian)