Pengelolaan Situs DPR Cukup Rp100 Juta per Bulan

Defanie Arianti, Jurnalis
Rabu 11 Mei 2011 14:50 WIB
Situs resmi DPR RI (www.dpr.go.id)
Share :

JAKARTA - Anggaran untuk IT dan pengelolaan situs DPR yang mencapai Rp9,4 miliar dinilai terlalu fantastis dan berlebihan. Pendapat serupa juga dicetuskan blogger ternama Enda Nasution.
 
"Sebenarnya informasi ini masih harus dikonfirmasi lebih lanjut, apa benar anggaran Rp9,4 miliar itu hanya untuk pengelolaan situs. Karena saya mendengar dari staf IT DPR, anggaran Rp9,4 miliar itu sudah mencakup penyediaan hardware seperti komputer, server, dan sebagainya," ujar Enda ketika dihubungi okezone, Rabu (11/5/2011).
 
"Tapi kalau ternyata Rp9,4 miliar memang digunakan hanya untuk pengelolaan situs, itu angka yang terlalu besar," lanjutnya.
 
Ditanya berapa anggaran yang wajar untuk pengelolaan sebuah situs, Enda menjelaskan semua harus dikembalikan pada fungsi awal pembuatan situs. "Untuk apa sebenarnya situs itu dibuat? Apakah hanya untuk membagi informasi di antara anggota DPR sendiri, atau membagi informasi kepada masyarakat? Ataukah situs itu juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengutarakan aspirasi mereka," tukas Enda.
 
"Banyak sekali yang bisa dilakukan dengan anggaran Rp9,4 miliar. Tapi jumlah ini terlalu besar. Sebenarnya dengan anggaran Rp100 juta per bulan saja sudah bisa mendapatkan situs yang sangat bagus," lanjutnya.
 
Meski begitu, Enda menilai inti permasalahan sesungguhnya bukanlah besarnya dana yang dianggarkan DPR untuk pengelolaan situs. Menurutnya, yang penting adalah para wakil rakyat bisa mengoptimalkan anggaran tersebut.
 
"Saya pribadi tidak terlalu mempermasalahkan apakah anggarannya Rp1 miliar, Rp9 miliar atau Rp10 miliar. Tapi apa yang bisa ditunjukkan dari anggota DPR dengan anggaran itu. Apakah kinerja mereka menjadi lebih baik? Harus ada keluaran terukur dari anggaran tersebut," tandas Enda.
 
Bukan hanya masalah pengelolaan situs yang menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat. Pengadaan komputer Dell Studio One 19 untuk anggota DPR juga mencuatkan kritik. Masyarakat menganggap anggota DPR tidak perlu menggunakan komputer berbanderol USD1.644 karena spesifikasinya lebih cocok untuk kalangan gamer.
 
Diketahui, komputer ini dirancang khusus untuk keperluan browsing, photo editing, membuat dokumen, bahkan untuk aplikasi berat seperti encoding file dan editing video. LCD/monitornya berukuran 18 inci juga memiliki fitur touch screen. Sesuai spesifikasinya, sang pengguna hanya membutuhkan kartu grafis yang lebih baik untuk menjadikan Studio One 19 sebagai mesin gaming. Komputer tersebut bahkan dijuluki sebagai PC keluarga.

(Defanie Arianti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya