Banjir Teknologi TV Baru di 2011

, Jurnalis
Selasa 08 Februari 2011 12:57 WIB
Share :

TAHUN ini menjadi tahun pertaruhan inovasi dari para pabrikan televisi. Beragam teknologi anyar akan dibenamkan pabrikan, mulai dari jaringan internet hingga penyempurnaan televisi 3D.

Kondisi ekonomi Indonesia yang cenderung terus menanjak membuat daya beli masyarakatnya dianggap membaik. Kalau sebelumnya, dua tahun belakangan, hanya pabrikan Korea dan China yang gencar melepas produk televisi, kini Jepang mulai serius menggarap. Toshiba misalnya. Menjelang 2011, mereka melepas produk Regza yang diselipkan teknologi penguat sinyal dan baterai. Kedua inovasi ini dipromosikan sebagai solusi atas kelemahan infrastruktur di Indonesia. Tak lama kemudian giliran Samsung yang unjuk gigi memperlihatkan televisi 3D terbarunya. Bicara televisi, kiprah PT LG Electronics Indonesia (LGEIN) tak bisa dikesampingkan.

Mereka yang mengklaim diri sebagai yang terlaris pun mulai berancang-ancang merebut pasar kembali. Mereka bahkan berani menargetkan mampu tumbuh 50 persen bagi penjualan divisi flat panel display (panel layar datar). Untuk mengamankan target ini, LGEIN selain mendorong penyerapan lini produk LCD TV, juga akan memacu pertumbuhan lini LG LED TV. Setidaknya tiga produk LED TV yang ditetapkan menjadi fokus penjualan 2011, yaitu LED TV yang mengadopsi teknologi layar In-Plane Switching (IPS) Hard Panel, cinema 3D TV, dan smart TV.

"LED TV menjadi tren yang bakal mendominasi pasar pada 2011. Kami menyiapkan jajaran LED TV pilihan dengan teknologi inovatif," ujar Flat Panel Display Manager PT LGEIN Eko Adhi Suyitno.

Eko mengatakan, selama tahun lalu LGEIN memimpin perolehan pangsa pasar di Indonesia untuk kategori flat panel display dengan raihan 34 persen. Data ini merujuk survei dari Growth for Knowledge (GfK), sebuah lembaga survei independen bertaraf internasional berpusat di Jerman, yang memantau raihan pangsa pasar sepanjang 2010. Sepanjang 2010, divisi flat panel display LGEIN membukukan penjualan sebesar 300.000 unit yang berasal dari seluruh varian. Dengan target pertumbuhan 50 persen, Eko berharap dapat menjual pada kisaran 450,000 unit TV dari kategori flat panel display-nya pada 2011.

Atau mampu menguasai 40 persen pangsa pasar untuk kategori tersebut. Optimisme tersebut tak lepas dari pergerakan pasar televisi di Indonesia. Data LGEIN menyebutkan, pasar TV tabung (CRT) cenderung tidak mengalami pergerakan dari sisi jumlah dalam dua tahun terakhir. Tercatat sejak 2010, permintaan pasar TV tabung secara nasional mencapai kisaran 4 juta unit/tahun. Data juga memuat prediksi bahwa jumlah ini akan cenderung stagnan pada tahun 2011. Hal inilah yang menyebabkan adanya pergeseran permintaan konsumen dari TV tabung ke LCD TV dan LED TV.

Eko menambahkan, pihaknya juga serius untuk berkompetisi pada pasar smartTV. SmartTV mewakili kemampuan sebuah televisi untuk berinteraksi dengan penggunanya melalui beragam konten-konten dan kemampuan berselancar di dunia maya.

"Hadirnya smart TV pertama LG di Indonesia ini telah ditetapkan akan terjadi pada paruh pertama tahun ini," janjinya. Selain ditunjang inovasi dalam tampilan menu menarik, LGEIN juga menjanjikan kehadiran premium content yang bakal memudahkan pengguna mendapatkan konten yang masyarakat dambakan. Melengkapi kenyamanan penonton, sambung dia, hadir pula Magic Motion remote control yang memangkas penggunaan keyboard.

Terdapat fitur Smart Share yang memungkinkan keterhubungan LG Smart TV dengan perangkat digital lainnya untuk berbagi konten. Selain smartTV, pabrikan Korea ini juga berambisi untuk memiliki porsi besar dalam penjualan 3D TV di Tanah Air. Hal ini dilakukan dengan kesiapannya dalam memperkenalkan teknologi Film Patterned Retarder (FPR) pada 3D TV terbarunya nanti. Penggunaannya dipercaya sebagai terobosan baru yang dapat mengeliminasi adanya berbagai kelemahan dalam 3D TV sebelumnya yang menggunakan teknologi Shutter Glasses (SG). 3D TV terbaru ini memiliki kemampuan mengoptimalisasi tingkat kecerahan gambar sekaligus memberikan tingkat kenyamanan lebih dalam menyaksikannya.

"Teknologi 3D TV yang ada saat ini menimbulkan perasaan kurang nyaman dari calon konsumen dalam menonton. Hal ini menuai keengganan sebagian calon konsumen untuk beralih ke 3D TV. Kami optimistis, melalui teknologi LG 3D TV yang baru akan menjadi terobosan untuk mengatasi hal ini," ujar Eko pula. Ditanya mengenai LED TV-nya, LG juga memiliki rencana memperkuat barisan LG LED TV melalui kehadiran lini produk dengan tingkat harga lebih terjangkau. Tentunya ada pula inovasi yang membenamkan teknologi In-Plane Switching (IPS) hard panel (panel keras).

"Di samping memberikan tampilan gambar dan kontras yang lebih baik, teknologi ini juga dipercaya memberikan durabilitas tinggi pada ketahanan panel dari benturan yang berpotensi merusak kinerja LED TV," ungkap dia. Menurut dia, kemungkinan kerusakan LED TV akibat benturan pada layar masih menjadi salah satu faktor pertimbangan konsumen dalam menunda keputusan pembelian LED TV.

"Tingkat harga terjangkau di satu sisi dengan inovasi pada teknologi layar yang digunakan, harapannya akan meningkatkan kepercayaan konsumen untuk lebih memilih LED kami. Ini menjadi modal besar kami dalam memantapkan dominasi LG pada pasar flat panel display," tutup Eko. (Koran SI/ M Iqbal)

(Sarie )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya