JAKARTA - Guna menerapkan cloud computing, Fujitsu membuat strategi global yang berlandaskan pada empat model pemakaian sumber daya komputasi: infrastruktur, aplikasi, aktivitas dan konten.
Dalam strategi yang dikembangkan pelanggan bisa menerapkan sebagian atau seluruh model komputasi awan tanpa gangguan. Fujitsu telah menawarkan platform komputasi awan untuk model infrastruktur yang kini diperkuat dengan penerapan platform standar komputasi awan global secara luas.
Platform komputasi awan global ini akan menjadi pelengkap platform awan lokal, dengan memenuhi kebutuhan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang terstandarisasi secara global. Hasilnya, pelanggan bisa mengurangi biaya-biaya TIK, lebih tanggap terhadap kebutuhan bisnis dan bisa menyediakan layanan TIK tanpa mengorbankan keamanan dan tingkat ketersediaan.
Untuk memaksimalkan hal tersebut, Fujitsu telah menjalin aliansi dengan sejumlah pihak yang terkait dengan komputasi awan. Fujitsu menjamin pelanggan tidak akan terjebak dalam sistem-sistem tertutup (proprietary).
“Fujitsu telah mengembangkan teknologi komputasi awan dengan melihat perubahan dalam masyarakat dan bagaimana teknologi bisa membantu manusia melewati perubahan tersebut – inilah yang kami sebut sebagai sudut pandang human-centric,” kata Achmad S. Sofwan, Chief Operation Officer Fujitsu Indonesia, melalui keterangannya, Senin (26/4/2010).
“Di Jepang, Fujitsu berhasil menjalankan uji coba yang melibatkan pertanian dan kesehatan. Tujuan kami adalah menjadi pemimpin dalam menyediakan layanan seperti ini di seluruh dunia,” tambahnya.
(Susetyo Dwi Prihadi)