JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) banyak menerima usulan dan masukan dari sejumlah pihak agar penghitungan suara dalam Pilpres nanti dilakukan secara manual, tidak menggunakan sistem berbasis teknologi informasi.
Pasalnya, terbukti dalam pemilu legislatif lalu yang menerapkan sistem Intelligent Character Recognition (ICR) pada tabulasi nasional secara online di Hotel Borobudur banyak menemui kendala sehingga terpaksa dihentikan.
"Banyak usulan ke saya, termasuk alat IT yang kemarin digunakan karena ternyata mengalami sejumlah kendala," ujar Ketua KPU Abdul Hafiz Anshari di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Selasa (21/4/2009).
Menurutnya, kemungkinan besar ICR tidak akan digunakan lagi dalam penghitungan suara Pilpres.
"Salah satu pertimbangannya dalam penghitungan pemilu presiden secara manual. Kalau yang IT lebih ribet, lebih baik secara manual saja," tuturnya.
Meski demikian, tabulasi nasional secara online masih mungkin digunakan pada Pilpres nanti, namun tentunya harus dibenahi dulu kekuarangannya sehingga tidak bermasalah lagi.
Lebih lanjut Abdul Hafiz menjelaskan selain masalah IT yang kurang optimal, minimnya operator di daerah menyebabkan terlambatnya proses pengiriman data scanning di KPU pusat.
(Sarie )