Bangunan ini menyimpan nilai arsitektur sekaligus cerita tentang pemerintahan dan peradilan pada masa Puputan Klungkung 1908, sebuah peristiwa penting dalam sejarah perjuangan masyarakat Bali.
Setelah sembilan hari perjalanan, Royal Heritage ditutup dengan Malam Katana di Kuta. Kuta menjadi penutup yang sempurna untuk perjalanan panjang ini.
Ketua Turing Ngurah Firnanda mengatakan Royal Heritage mengingatkan turing bukan sekadar menghitung jarak atau mengejar jumlah destinasI.
“Namun lebih daripada itu, yakni tentang orang-orang yang berjalan bersama, pengalaman yang dibagikan, tantangan yang dilalui, serta kenangan yang tercipta sepanjang perjalanan,” ujarnya, Minggu (23/8/2026).
(Erha Aprili Ramadhoni)