Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ferrari hingga Bentley Tunda Pengiriman ke Timur Tengah Dampak Perang Iran

Erha Aprili Ramadhoni , Jurnalis-Jum'at, 20 Maret 2026 |14:38 WIB
Ferrari hingga Bentley Tunda Pengiriman ke Timur Tengah Dampak Perang Iran
Ferrari hingga Bentley Tunda Pengiriman ke Timur Tengah Dampak Perang Iran (Ilustrasi/Unsplash)
A
A
A

JAKARTA - Perang meletus di Timur Tengah antara Iran dengan Amerika Serikat (AS)-Israel. Perang ini berdampak terhadap pengiriman supercar ke kawasan Timur Tengah. 

Diketahui, supercar sangatlah populer di kawasan Timur Tengah. Namun, dampak perang tersebut, sejumlah brand menunda pengiriman supercar tersebut, melansir Carscoops, Jumat (20/3/2026). 

Menurut Bloomberg, Ferrari telah menghentikan sebagian besar pengiriman di wilayah yang dilanda perang tersebut. Namun, beberapa model telah diterbangkan.

Merek Italia lainnya, Maserati, juga telah menghentikan sementara pengiriman ke Timur Tengah. Hal ini dikatakan sebagai respons terhadap "tantangan logistik dan kekhawatiran keselamatan."

Penghentian pengiriman tidak hanya terbatas pada produsen mobil Italia, karena Bentley juga telah menekan tombol jeda. CEO Frank-Steffen Walliser menyinggung perang tersebut awal pekan ini.

"Kami tidak mengalami dampak dari sisi produksi, tetapi, tentu saja, orang-orang di Timur Tengah memiliki pemikiran lain selain mencari Bentley baru saat ini," kata  Frank-Steffen Walliser.

Ini adalah petunjuk halus bahwa permintaan melemah di kawasan tersebut karena masyarakat semakin khawatir serangan balasan Iran terhadap negara-negara tetangga.

Bloomberg juga berbicara dengan perusahaan modifikasi Mansory, yang mengatakan sedang menilai pengiriman berdasarkan kasus per kasus. Namun, mereka mencatat pengiriman mobil melalui udara dapat menelan biaya sekitar tiga hingga empat kali lebih mahal daripada melalui laut.

Masalah pengiriman kemungkinan akan berlanjut selama Iran terus menyerang kapal dan secara efektif menutup Selat Hormuz. PBS melaporkan sekitar 20 kapal telah menjadi sasaran serangan sejak awal perang, meskipun beberapa berhasil melewatinya.

(Erha Aprili Ramadhoni)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement