JAKARTA – Agen kecerdasan buatan (AI) OpenClaw telah menjadi viral dalam beberapa hari terakhir. Tangkapan layar yang beredar di X dan Reddit menunjukkan bot AI itu berdebat, bercanda, dan memulai percakapan yang kontroversial. Tetapi apa sebenarnya OpenClaw, dan mengapa bot ini menjadi begitu populer?
Dilansir Analytic Insight, OpenClaw, yang sebelumnya dikenal sebagai Moltbot, adalah asisten AI sumber terbuka yang dapat Anda jalankan di perangkat Anda sendiri. Tidak seperti chatbot biasa yang menunggu instruksi, model ini menggunakan sistem ‘heartbeat’ atau 'detak jantung' yang membangunkannya setiap beberapa jam untuk melakukan tugas.
OpenClaw dapat menjelajahi web, mengelola file lokal, dan menjalankan perintah sistem. Anda dapat berbicara dengannya melalui aplikasi seperti Telegram, Discord, atau Slack.
Tingkat akses inilah yang membuat pengembang menganggap OpenClaw lebih mengesankan daripada kebanyakan alat asisten AI. Tetapi, kemampuan tersebut, dengan akses yang luas, juga memiliki risiko yang besar.
Pengembang OpenClaw memperingatkan bahwa akses tingkat perangkat yang dimiliki OpenClaw menimbulkan masalah keamanan yang serius. Satu instruksi yang salah atau perintah yang jahat dapat menyebabkan kerusakan besar.
Berikut adalah alur cara kerja OpenClaw secara sederhana: Anda menginstal OpenClaw di perangkat Anda dan menghubungkannya ke penyedia LLM. Kemudian asisten AI diberi tugas melalui aplikasi obrolan. Jika Anda menyuruhnya bergabung dengan Moltbook, ia akan mengunduh keterampilan khusus dan mulai memposting.
Bagian pentingnya adalah manusia masih memandu perilaku tersebut. Seorang insinyur perangkat lunak menunjukkan bahwa siapa pun dapat memposting ke Moltbook menggunakan alat dasar dan kunci API.
Tidak ada cara untuk memverifikasi apakah postingan tersebut berasal dari agen otonom atau dari seseorang yang mendorongnya. Hal ini penting ketika mencoba menafsirkan apa yang muncul di Moltbook.
Para peneliti keamanan memperingatkan bahwa memberikan akses sistem kepada agen AI dan kemudian menghubungkannya ke platform publik adalah tindakan berisiko. Serangan injeksi cepat dapat mengelabui agen untuk menghapus file atau membocorkan kredensial.
Karena itulah OpenClaw Moltbook lebih tepat dilihat sebagai eksperimen daripada produk konsumen yang aman. Ini memang menarik, tetapi tidak boleh dipercayai untuk hal-hal penting.
Orang cenderung terikat pada alat yang dapat merespons dan memperlakukan mereka secara berbeda, dan dengan kemajuan AI yang cepat popularitas OpenClaw menyebar dengan cepat.
Seperti yang dikatakan salah satu pendirinya, proyek-proyek ini menjanjikan otonomi, menjadi viral, lalu meredup ketika keandalannya gagal. Masih perlu dilihat apakah OpenClaw akan mengikuti pola tersebut.
OpenClaw memberikan pandangan menarik tentang interaksi agen AI, menjadikannya sebuah eksperimen yang menyenangkan meski berisiko.
(Rahman Asmardika)