Seni baru dari Sulawesi Tenggara ini adalah yang tertua yang ditemukan di dinding gua. Stensil tersebut juga mewakili tradisi seni cadas yang lebih kompleks yang mungkin merupakan praktik budaya bersama, kata penulis studi Maxime Aubert dari Universitas Griffith, yang menerbitkan studi tersebut pada Rabu (21/1/2026) di jurnal Nature.
Para ilmuwan sangat ingin memahami kapan manusia purba belajar membuat seni, beralih dari titik dan garis ke representasi diri mereka dan dunia di sekitar mereka yang lebih bermakna. Gambar-gambar gua ini membantu memperkuat garis waktu untuk awal mula kreativitas manusia.
Belum jelas tangan siapa yang membuat jejak tersebut. Bisa jadi berasal dari kelompok manusia purba bernama Denisovan yang tinggal di daerah tersebut dan mungkin berinteraksi dengan nenek moyang kita, Homo sapiens, sebelum akhirnya punah. Atau mungkin milik manusia modern yang menjelajah dari Afrika, yang berkelana melalui Timur Tengah dan Australia sekitar waktu itu. Detail halus pada seni gua, termasuk ujung jari yang sengaja dimodifikasi, menunjukkan bahwa itu adalah tangan manusia.