Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Taiwan Keluarkan Surat Penangkapan untuk CEO OnePlus

Rahman Asmardika , Jurnalis-Kamis, 15 Januari 2026 |08:05 WIB
Taiwan Keluarkan Surat Penangkapan untuk CEO OnePlus
CEO OnePlus Pete Lau.
A
A
A

TAIPEI – Jaksa penuntut di Taiwan mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk kepala eksekutif perusahaan (CEO) ponsel pintar asal China, OnePlus, meningkatkan upaya pulau tersebut untuk mencegah perusahaan teknologi China merekrut talenta Taiwan.

Kantor Kejaksaan Distrik Shilin mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk CEO sekaligus salah satu pendiri OnePlus, Liu Zouhu, yang juga dikenal sebagai Pete Lau, serta mendakwa dua warga negara Taiwan yang bekerja untuknya, menurut dakwaan dari kantor tersebut.

OnePlus, yang ponselnya menggunakan versi Android yang dimodifikasi, diduga secara ilegal merekrut lebih dari 70 insinyur di Taiwan.

Taiwan telah meningkatkan upaya untuk menghentikan perusahaan-perusahaan China merekrut pekerja, yang sering kali diincar karena pengetahuan dan pengalaman teknis mereka.

 

Menurut laporan Bloomberg, pejabat Taiwan memberlakukan pembatasan tersebut karena perekrutan dari sektor semikonduktor dan operasi teknologi lainnya dianggap dapat membahayakan keamanan nasional.

Pada 2024, penyelidik Taiwan menggerebek 34 lokasi di pulau itu sebagai bagian dari penyelidikan terhadap praktik perekrutan 11 perusahaan teknologi China, termasuk Semiconductor Manufacturing International Corp (SMIC).

Biro Investigasi Taiwan mengatakan bahwa SMIC mendirikan cabang di Taiwan dengan menyamar sebagai entitas Samoa untuk merekrut talenta lokal.

Lau adalah salah satu pendiri yang dikenal di industri teknologi China, dihormati karena obsesinya terhadap kualitas yang membantu menjadikan OnePlus sebagai pemain global. Perusahaan ini kini menjadi salah satu merek di bawah Oppo, perusahaan smartphone terkemuka di China.

 

Lau dan OnePlus tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Bloomberg.

Para terdakwa dituduh melanggar Undang-Undang yang Mengatur Hubungan Antara Penduduk Wilayah Taiwan dan Wilayah Daratan China.

Taiwan telah menjadi tempat favorit bagi China untuk merekrut tenaga kerja karena keduanya memiliki bahasa yang sama dan pulau tersebut memiliki beberapa talenta teknologi terbaik di dunia.

Taiwan tidak mengizinkan perusahaan China mendirikan operasi lokal atau merekrut tenaga kerja lokal tanpa persetujuan resmi dari pemerintah. Namun, banyak kasus perusahaan teknologi China mendirikan fasilitas di Taiwan dengan menyamar sebagai perusahaan asing atau lokal.

 

Biro Investigasi menyatakan pada Maret 2025 bahwa mereka telah membuka lebih dari 100 investigasi terhadap perusahaan China yang secara ilegal merekrut insinyur Taiwan sejak membentuk gugus tugas untuk penyelidikan semacam itu pada 2020.

(Rahman Asmardika)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement