Dalam pemaparannya, Timmy mengatakan salah satu alasan yang membuat angka buta teknologi di Indonesia tinggi adalah terbatasnya kepemilikan komputer dibandingkan di negara lain.
Karena itu, buta teknologi menjadi salah satu tantangan utama yang harus segera diselesaikan untuk mencapai generasi emas Indonesia di 2045 nanti.
Sementara itu, Sugiyanto Sutikno, Presiden Direktur PT Indo Mega Vision mengatakan GEAR VLab dan Axioo EzylinX adalah hasil riset bertahun tahun yang kami lakukan bersama Intel Corporation. Solusi ini diharapkan menjadi solusi terbaik untuk kebutuhan komputer di sekolah sekolah, terutama yang memiliki anggaran terbatas terutama di biaya listrik yang pasti akan terus naik tiap tahunnya.
Dengan teknologi virtualisasi dari Intel dan dukungan perangkat keras dari GEAR VLab dan Axioo EzylinX akan mendukung kegiatan belajar siswa karena telah dilengkapi dengan digital library, interactive learning, video pembelajaran hingga ujian dan soal untuk siswa.
Sedangkan keuntungan untuk sekolah yang mengimplementasi, akan menghadirkan solusi yang tidak hanya meningkatkan efisiensi pendidikan tetapi juga sekolah dapat menghemat biaya pengadaan dan operasional karena bisa memangkas konsumsi listrik hingga 60% sampai dengan 70%.
Sebagai bagian dari komitmennya untuk mendukung transformasi pendidikan di Indonesia, PT Indo Mega Vision memberikan hibah satu set perangkat GEAR VLab dan Axioo EzylinX, yakni satu server, empat host, enam belas client kepada SMK Pertiwi di Kuningan, Jawa Barat. Harapannya, siswa dan tenaga pengajar di sekolah tersebut dapat merasakan manfaat langsung dari teknologi IDV.
(Susi Susanti)