Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pertemuan Menkominfo dan Tony Blair, Ini 3 Isu yang Dibahas 

Tangguh Yudha , Jurnalis-Sabtu, 20 April 2024 |09:22 WIB
Pertemuan Menkominfo dan Tony Blair, Ini 3 Isu yang Dibahas 
Pertemuan Menkominfo dan Tony Blair (Kominfo)
A
A
A


JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi melangsungkan pertemuan dengan mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair di Kantor Kominfo, Jakarta Pusat pada Jumat(19/4/2024). Diketahui, pertemuan tersebut membahas tiga isu.


Menkominfo Budi mengatakan, dirinya dan Tony Blair, bersama Tony Blair Institute membahas tiga isu utama antara lain terkait data center, Starlink dan connectivity, serta digital ID. Selain itu, kedua pihak berbicara menyangkut generatif AI.


"Kita berdiskusi mengenai hal tersebut dan beliau juga menyampaikan soal kekhawatiran mengenai generatif AI. Kita tahu bahwa AI ada tiga fundamen penting, yang pertama harus mesti aman, etik, dan harus trust worthy, saling percaya," kata Menkominfo kepada wartawan.


Menkominfo Budi menyebut, Indonesia belum memiliki regulatory framework terkait AI, baru sebatas surat edaran dan pedoman terkait etika saja. Ia meminta agar bisa bekerja sama menciptakan regulatory framework yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan AI di Tanah Air.


"Kita juga minta support untuk bagaimana framework reguler framework ini yang bisa diberlakukan di Indonesia sesuai dengan kebutuhan kita dan perkembangan AI depan," tuturnya.

 


Dalam kesempatan yang sama, Wamenkominfo, Nezar Patria menambahkan, pertemuan dengan Tony Blair ini merupakan pertemuan kedua, setelah pertemuan pertama membahas isu GovTech. Pada pertemuan kedua ini membicarakan hubungan Tony Blair Institute untuk transformasi digital di Indonesia.


"Kita menyambut baik dukungan yang diberikan oleh Tony Blair Institute untuk mempercepat, untuk mengakselerasi transformasi digital di Indonesia. Dan Tony Blair Institut juga menyampaikan bahwa concern mereka tentang generatif AI yang saat ini perkembangannya mempunyai lompatan-lompatan kuantum yang kadang-kadang unpredictable dengan resiko-resiko yang juga tidak terduga," kata Nezar.


"Pak Tony Blair menyampaikan adanya global concern soal pengaturan generatif AI itu dan menawarkan semacam kerjasama dengan Indonesia dalam rangka tukar pikiran, tukar pengalaman, dan juga semacam partner untuk diskusi merumuskan regulatory framework," pungkasnya.


Sebagaimana diketahui, pertemuan Menkominfo dan Tony Blair berlangsung tertutup. Tony Blair sesaat setelah pertemuan selesai langsung balik kanan tanpa memberikan statement apapun kepada awak media.


 

(Erha Aprili Ramadhoni)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement