Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kenapa Pabrikan Mobil Jepang Tertinggal Terkait Mobil Listrik?

Erha Aprili Ramadhoni , Jurnalis-Kamis, 01 Februari 2024 |20:23 WIB
Kenapa Pabrikan Mobil Jepang Tertinggal Terkait Mobil Listrik?
Kenapa pabrikan mobil Jepang tertinggal terkait mobil listrik? (AFP)
A
A
A

JAKARTA - Perusahaan otomotif asal China berhasil mengalahkan para pesaingnya dalam hal produksi kendaraan listrik, termasuk produsen dari Jepang.

Melansir AFP, Kamis (1/2/2024), perusahaan otomotif asal China, Build Your Dreams (BYD), pada kuartal keempat tahun 2023 bahkan mengalahkan Tesla sebagai penjual kendaraan listrik terbesar. Hal ini tak lepas dari dukungan pemerintah setempat.

Pada Selasa kemarin, BYD yang juga menjual baterai ke perusahaan seperti Tesla, BMW dan Mercedes, memperkirakan laba bersih tahun lalu akan mencapai 29-31 miliar yuan (4,1-4,4 miliar dolar AS) .

Bagaimana dengan pabrikan Jepang? Pabrikan Jepang sendiri telah lama bertaruh pada hibrida yang menggabungkan tenaga baterai dan mesin pembakaran internal, sebuah bidang yang mereka rintis bersama dengan Toyota Prius.

Namun, mereka berjanji untuk meningkatkan kinerja. Toyota pun menargetkan menjual 1,5 juta kendaraan listrik setiap tahunnya pada 2026 dan 3,5 juta pada 2030.

Selain itu, Toyota berharap untuk memproduksi secara massal baterai solid-state yang mengisi daya lebih cepat daripada baterai konvensional dan memberikan jangkauan yang lebih luas.

Sementara itu, secara keseluruhan, produsen China berhasil menyalip Jepang sebagai eksportir kendaraan terbesar di dunia pada 2023. Hal ini turut dibantu dengan penjualan mobil listrik dari China.

Raksasa otomotig Jepang, seperti Toyota dan Nissan jauh lebih berhati-hati dengan BYD dalam hal kendaraan listrik.

Angka yang dirilis Rabu oleh Asosiasi Produsen Otomotif Jepang menunjukkan, pengiriman mobil, truk dan bus meningkat 16 persen menjadi 4,42 juta tahun lalu.

"Namun China mengekspor hampir 500.000 lebih – total 4,91 juta kendaraan, seperti yang dilaporkan oleh Asosiasi Produsen Mobil Tiongkok bulan ini," demikian laporan AFP.

Sementara itu, berbeda dengan perusahaan Tiongkok, produsen mobil Jepang termasuk Toyota juga memproduksi kendaraan dalam jumlah besar di negara lain. Toyota sendiri kembali dikukuhkan sebagai perusahaan terbesar di dunia berdasarkan penjualan unit.

Pada 2022, produksi kendaraan di Jepang tidak termasuk sepeda motor berjumlah 7,84 juta unit. Namun, produksi di luar negeri hampir 17 juta unit.

(Erha Aprili Ramadhoni)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement